Rabu, 22 Mei 2013

reproduksi pada makhluk hidup

BAB 1
PENDAHULUAN
            Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak atau melakukan reproduksi. Reproduksi melibatkan suatu system dalam tubuh,yaitu system reproduksi. Sistem ini melibatkan organ-organ reproduksi. Tujuan utama makhluk hidup melakukan reproduksi adalah untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Jika tidak dapat melakukan reproduksi tentu lama-kelamaan manusia akan punah.
Untuk mempertahankan jenis atau spesiesnya, semua makhluk hidup harus melakukan reproduksi. Makhluk hidup memiliki umur terbatas, karena ada saatnya kemampuan metabolisme, tumbuh, dan daya adaptasi tidak lagi memadai untuk mempertahankan diri. Serangan predator, parasit, kelaparan, perubahan lingkungan yang ekstrim, atau karena proses menua (aging) juga mengakibatkan kematian. Karena itu, agar spesies bisa bertahan hidup jauh lebih lama dari umur hidup individu,  setiap individu harus menghasilkan individu baru sebelum dia mati. Proses pembentukan individu baru ini disebut proses berbiak atau reproduksi. Disamping mengganti individu yang mati, reproduksi  juga bertujuan utnuk menambah  keturrunan atau menghasilkan variasi.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi,reproduksi merupakan objek utama untuk memenuhi kebutuhan manusia. Selain itu,manusia juga menggembangkan teknologi inseminasi buatan pada hewan dan tumbuhan untuk memperoleh keturunan yang diinginkan.
           

BAB II
PEMBAHASAN
REPRODUKSI
A.           Perbedaan antara reproduksi seksual dan aseksual

          Reproduksi adalah suatu proses biologis di mana individu organisme baru diproduksi. Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya.
            Makhluk hidup berproduksi dengan dua cara. Cara pertama, reproduksi seksual atau reproduksi generatif, yaitu cara reproduksi dimana individu baru dibentuk melalui penggabungan materi genetik yang berasal dari dua sel berbeda ini disebut sel kelamin atau gamet. Cara kedua, reproduksi aseksual atau reproduksi vegetatif di mana individu baru dibentuk tanpa melalui proses peleburan dua macam gamet, dan hanya melibatkan satu induk saja. Kedua cara reproduksi tersebut memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing.
1.      Reproduksi Seksual
            Salah satu keuntungan reproduksi seksual adalah memperkaya gene pool dari spesies tsb. yang pada akhirnya akan membantu spesies tersebut untuk survive. Misalkan: suatu organisme bereproduksi secara aseksual, keturunannya akan memiliki DNA yang sama dengan induknya. Ketika ada parasit yang berhasil menginfeksi organisme tersebut, baik induk maupun keturunan akan terinfeksi. Alhasil satu spesies bisa langsung punah oleh sang parasit.
            Sebaliknya dengan organisme yang bereproduksi secara seksual: keturunannya akan memiliki variasi gen yang berbeda dari gabungan DNA kedua orang tuanya. Dengan cara ini, adaptasi dan seleksi alam terjadi. Ketika ada parasit yang berhasil menginfeksi satu generasi, parasit tersebut akan kesulitan menginfeksi keturunan organisme tersebut yang telah beradaptasi. Alhasil, spesies tsb. lebih survive. Teori ini baru-baru ini dibuktikan dengan  salah satu eksperimen yang dilakukan oleh
grup riset dari Indiana University. Dengan manipulasi genetik, sejenis cacing C. elegans dibuat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Kedua grup ini kemudian dibiakkan bersama-sama dengan bakteri patogen yang bisa berevolusi bersama-sama dengan si cacing. Hasilnya, grup C. elegans yang bereproduksi secara aseksual dengan cepat punah ketika terinfeksi oleh sang bakteri patogen. Sebaliknya, grup C. elegans yang bereproduksi secara seksual menghasilkan keturunan yang mampu beradaptasi dan lebih resisten terhadap serangan sang bakteri patogen.

2.       Reproduksi Aseksual
            Reproduksi aseksual adalah proses reproduksi dimana keturunan timbul dari orangtua tunggal, dan mewarisi gen dari satu orang tua. Aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan meiosis, ploidi pengurangan, atau fertilisasi.. Reproduksi aseksual adalah bentuk reproduksi organisme bersel tunggal seperti archaea, bakteri, dan protista. Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.[1]
            Banyak tanaman dan jamur bereproduksi secara aseksual juga. Sementara semua prokariota bereproduksi secara aseksual (tanpa pembentukan dan fusi gamet), mekanisme transfer gen lateral yang seperti konjugasi, transformasi, dan transduksi kadang-kadang disamakan dengan reproduksi seksual. Kurang lengkapnya reproduksi seksual relatif jarang terjadi di antara organisme multiseluler, terutama hewan. Hal ini tidak sepenuhnya mengerti mengapa kemampuan untuk bereproduksi secara seksual begitu umum di antara mereka. Hipotesis saat ini menunjukkan bahwa reproduksi aseksual mungkin memiliki manfaat jangka pendek ketika pertumbuhan penduduk yang cepat adalah penting atau dalam lingkungan yang stabil, sedangkan reproduksi seksual menawarkan keuntungan bersih dengan generasi yang lebih cepat memungkinkan keragaman genetik, memungkinkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Kendala perkembangan mungkin mendasari mengapa beberapa hewan telah melepaskan reproduksi seksual sepenuhnya dalam siklus hidup mereka.Reproduksi aseksual misalnya Membelah diri, Tunas (Reproduksi), Reproduksi vegetatif, Fragmentasi, Sporogenesis, Partenogenesis, dan Apomiksis.
            Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi aseksual.
B.     Perbedaan antara proses oogenesis dan spermatogenesis
1.      Oogenesis
            Oogenesis Adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel – sel telur yang disebut oogonia (tunggal: oogonium). Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari fetus perempuan. Awal dari suatu perkembangan adalah meleburnya inti ovum dan inti sperma. Organ yang berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin secara umum disebut gonad. Sedangkan sel kelamin itu sendiri disebut gamet (Artawan, 2002). Oleh karena itu, terdapat dua macam gamet yaitu ovum dan sperma, maka ada dua jenis pembentukan gamet (gametogenesis) yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Gonad pada hewan betina adalah ovarium yang pada umumnya terdapat berpasangan. Oogenesis adalah proses pembentukan sel yelur (ovum) di dalam ovarium. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel – sel telur  yang disebut oogenia (jamak; oogonium).  Pembentukan sel telur pada manusia sudah terjadi sebelum kelahiran, yaitu didalam ovary fetus perempuan.
            Adapun proses pembentukan sel telur adalah sebagai berikut. Semula oogonia membelah secara mitosis menghasilkan oosit primer. Pada perkembangan fetus selanjutnya, semua oosit primer membelah secara meiosis, namum hanya sampai pada fase profase. Pembelahan meiosis tersebut berhenti hingga bayi lahir dan mencapai masa pubertas. Memasuki masa pubertas, oosit melanjutkan pembelahan meiosis I. Hasil pembelahan tersebut berupa dua sel haploid, satu sel yang besar disebut oosit sekunder dan yang satu sel berukuran lebih kecil yang disebut badan kutub primer. Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder dan badan kutub primer mengalami pembelahan meiosis II. Namun, pembelahan tersebut dapat berlangsung jika terjadi fertilisasi. Oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu sel lagi berukuran lebih kecil disebut badan kutub sekunder. Badan kutub tersebut bergabung dengan dua badan kutub sekunder yang berasal dari pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub sekunder. Ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang, sedangkan ketiga badan kutub segera hancur. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap pembuahan oosit primer hanya menghasilkan satu ovum.
            Secara morfologi dan anatomi, terdapat bermacam – macam ovum. Ovum biasanya dibedakan berdasarkan atas jumlah yolk atau deutoplasmanya yaitu :
a)      Alecithal, telur tipe ini tidak mempunyai deutoplasma, akan tetapi telur yang seperti ini hampir tidak ada karena untuk pertumbuhan embrio selalu membutuhkan makanan.
b)      Isolecithal (homolecithal, ovum tipe ini hanya mengandung sedikit deutoplasma yang tersebar merata diseluruh ovum, misalnya ovum mamalia tingkat tinggi dan invertebrate.
c)      Telolecithal, ovum tipe ini biasanya memiliki deutoplasma yang cukup banyak dan terdapat pada bagian kutub vegetal, misalnya ovum ikan dan unggas.
d)     Sentrolecithal, pada ovum tipe ini deutoplasmanya terdapat di tengah – tengah ovum, misalnya ovum insekta.
            Ovum yang deutoplasmanya sangat banyak pada aves dan reptilian sering juga dinamakan ovum yang bertipe megalicithal atau polylecithal. Kemudian selaput – selaput pada telur dapat digolongkan dalam tiga macam antara lain :
a)      Membran primer, yang merupakan hasil/produk daripada ovum itu sendiri. Membran ini terdiri dari membran plasma dan membran vitellinus pada saat terjadi fertilisasi membran vitellinus ini akan terbagi dan membentuk membran ketiga yang disebut membran fertilisasi. Pada kebanyakan telur – telur hewan laut yang bertipe homolecithal biasanya ada lapisan tambahan berupa jelly (lapisan tak hidup) diluar membran vitellinus. Pada cacing pasir (Nereis) dilindungi oleh benang – benang halus protoplasma.
b)      Membran sekunder, selaput ini merupakan hasil/produk dari sel – sel folikel yang mengelilingi ovum selama periode pemasakan ovum. Membran ini biasanya bersifat impermeable seperti contohnya pada chorion dari telur insekta dan juga pada telur cyclostomata (myxine). Untuk memudahkan penetrasi sperma, membran sekunder ini dilengkapi dengan satu atau lebih lubang kecil yang disebut micropyle.
c)       Membran tersier, membran ini merupakan hasil/produk dari oviduct, uterus dan kelenjar – kelenjar tambahan. Membran tersier ini sangat beragam bentuk dan keberadaanya. Sebagai contoh telur ayam memiliki tiga macam membran tersier yaitu
1)      lapisan albumin
2)      membran cangkang (shell membran)
3)      cangkang dari zat kapur (calcareous shell)
2. Spermatogenesis
            Spermatogenesis adalah proses gametogenesis pada pria dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis. Spermatogenesis pada sperma biasa terjadi di epididimis. Sedangkan tempat menyimpan sperma sementara terletak di vas deferens. Spermatogenesis berasal dari kata sperma dan genesis (pembelahan). Pada spermatogenesis terjadi pembelahan secara mitosis dan meiosis. Spermatogenesis merupakan tahap atau fase – fase pendewasaan sperma di epididimis. Setiap satu spermatogonium akan menghasilkan empat sperma matang.
            Spermatogenesis Adalah proses pembentukan sel spermatozoa (tunggal : spermatozoon) yang terjadi di organ kelamin (gonad) jantan yaitu testis tepatnya di tubulus seminiferus. Sel spermatozoa, disingkat sperma yang bersifat haploid (n) dibentuk di dalam testis melewati sebuah proses kompleks. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan dalam epididimis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel germinal yang disebut spermatogonia (jamak). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapis luar sel – sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap – tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.
Tahap – Tahap Spermatogenesis yaitu sebagai berikut ini :
a.       Spermatogonium
            Spermatogonium merupakan tahap pertama pada spermatogenesis yang dihasilkan oleh testis. Spermatogoium terbentuk dari 46 kromosom dan 2N kromatid.
b.      Spermatosit Primer
            Spermatosit Primer merupakan mitosis dari spermatogonium. Pada tahap ini tidak terjadi pembelahan. Spermatosit primer terbentuk dari 46 kromosom dan 4N kromatid.
c.       Spermatosit Sekunder
            Spermatosit sekunder merupakan meiosis dari spermatosit primer. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis. Spermatosit sekunder terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid.
d.      Permatid
Permatid merupakan meiosis dari spermatosit sekunder. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis yang kedua. Spermatid terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid.
e.       Sperma
            Sperma merupakan diferensiasi atau pematangan dari spermatid. Pada tahap ini terjadi diferensiasi. Sperma terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid dan merupakan tahap sperma yang telah matang dan siap dikeluarkan.
            Proses spermatogenesis : Setiap testis terdiri atas tubulus seminiferus yang mampu menghasilkan miliaran sperma. Dinding tubulus seminiferus dilapisi oleh sel germinal (spermatogonium). Jika telah matang secara seksual, sebagian spermatogonium mulai melakukan spermatogenesis dan sisanya membelah diri secara mitosis untuk memperbanyak spermatogonium. Spermatogonium berubah menjadi spermatosit primer melalui pembelahan mitosis. Selanjutnya, spermatosit primer membelah diri secara miosis menjadi dua spermatosit sekunder yang haploid dan berukuran sama. Spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis dua menghasilkan empat spermatid. Spermatid adalah calon sperma yang belum berekor. Spermatid yang telah mempunyai ekor disebut sperma. Pada manusia spermatogenesis berlangsung lebih kurang 16 hari. Selama spermatogenesis, sperma menerima bahan makanan dari sel – sel sertoli. Sel sertoli merupakan tipe sel lainnya di dalam tubulus seminiferus.
            Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma sedangkan oogenesis adalah proses pembentukan ovum. Spermatogenesis terjadi di lumen tubulus seminiferus testis sedangkan oogenesis terjadi di ovarium dan berlanjut saat terjadi fertilisasi. Proses spermatogenesis baru aktif saat pubertas. Pada pria sebelum puber, di dalam testis belum terjadi pembentukan sperma walaupun terdapat sel spermatogonium sebagai bakal sperma. Saat puber terjadi peningkatan kadar hormon FSH dan testosteron memicu dimulainya proses spermatogenesis menghasilkan sperma. Pada wanita, oogenesis sudah dimulai dari periode dalam kandungan (fetal) yaitu perkembangan oogonium menjadi oosit primer di dalam folikel primer ovarium (proses meiosis).

C.    Macam-macam perkembangan seksual dan aseksual pada tumbuhan

            Organisme yang mempunyai tingkat reproduksi tinggi memiliki kemungkinan lebih besar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya apabila dibandingkan dengan organisme yang mempunyai tingkat reproduksi rendah. Reproduksi merupakan ciri makhluk hidup yang bertujuan melestarikan jenisnya agar tidak punah. Terdapat dua macam reproduksi, yaitu reproduksi vegetatif (aseksual atau tidak kawin) dan reproduksi generatif ( seksual atau kawin ).
1.      Reproduksi vegetative (aseksual)
            reproduksi juga dapat terjadi secara vegetatif ( aseksual ), maksudnya, adalah keturunan baru terbentuk tanpa melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Keturunan baru yang terbentuk secara generatif pada umumnya memiliki sifat yang berbeda dengan kedua induknya, sedangkan keturunan baru yang terbentuk secara vegetatif pada umumnya memiliki sifat yang sama dengan induknya.
Kegiatan berkembangbiak atau beranak ini pada tumbuhan dapat dilakukan secara tidak kawin antara sel kelamin jantan betina atau kepala putik dengan benang sari. 

a)      Perkembang Biakan Tak Kawin Secara Alami / Vegetatif Alami
Perkembangbiakan secara alami adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan tangan manusia untuk terjadi pembuahan / anakan tanaman baru.
1)      Umbi lapis
            Umbi lapis adalah tumbuhnya tunas pada sela-sela lapisan umbi. Contohnya           seperti bawang merah.
2)      UmbiBatang
Umbi batang adalah batang yang beralih fungsi sebagai tempat penimbunan makanan dengan calon tunas-tunas kecil yang berada di sekitarnya yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh seperti jagung dan ketela rambak.
3)      Geragih
Geragih adalah batang yang menjalar secara terus-menerus di mana pada ruas batang dapat muncul tunas-tunas baru. Misalnya seperti tanaman rumput teki, arbei, kangkung, dan lain sebagainya.
4)      AkarTunggal
Akar tunggal adalah tunas yang muncul pada batang tumbuhan yang tumbuh secara mendatar di tanah. Contohnya seperti keladi, alang-alanga, dan lain-lain
5)      Spora
Spora adalah cara tumbuhan paku, lumut dan jamur berkembang biak dengan membentuk spora tempat tunas baru akan muncul.
6)      Tunas
Tunas adalah tumbuhan anakan yang muncul di samping tumbuhan induknya. COntohnya yakni seperti pohon pisang, bambu, tebu, dan lain sebagainya.
7)      Tunas Adventif
Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh pada bagian-bagian tertentu seperti pada akar, daun, dsb. Contoh tanaman bertunas adventif adalah seperti pohon cemara, kesemek, sukun, dan lain-lain
8)      Hormegenium
Hormegenium adalah perkembangbiakan yang terjadi pada tumbuhan ganggang berbentuk benang dengan cara memutus benang yang ada. Pada benang yang terputus nantinya kana tumbuh individu baru.
9)      Pembelahan Sel Pembelahan sel adalah perkembangbiakan pada tumbuhan berselsatu.
b)      Perkembang Biakan Tidak Kawin Buatan / Reproduksi Vegetatif Buatan
Perkembangbiakan secara buatan adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan campur tangan manusia.[2]
1)      Mencanggkok
Mencangkok adalah suatu cara mengembangbiakkan tumbuhan dengan jalan menguliti batang yang ada lalu bungkus dengan tanah agar akarnya tumbuh. Jika akar sudah muncul akar yang kokoh, maka batang tersebut sudah bisa dipotong dan ditanam di tempat lain.
2)      Merunduk
Merunduk adalah teknik berkembang biak tumbuh-tumbuhan dengan cara menundukkan batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul, maka batang sudah bisa dipotong dan dibawa ke tempat lain.
3)      Menyetek
Menyetek adalah perkembangbiak tumbuhan dengan jalan menanam batang tanaman agar tumbuh menjadi tanaman baru. Contohnya seperti singkong.
4)      Menyambung
Mengenten adalah perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas buat yang baik.
2.      Reproduksi Generatif (Seksual)
            Reproduksi pada mahkluk hidup dapat terjadi secara generatif ( seksual ), maksudnya adalah keturunan baru terbentuk melalui proses peleburan gamet jantan dengan gamet betina.Peristiwa peleburan gamet jantan dan gamet betina disebut fertilisasi ( pembuahan ). Reproduksi generatif pada tumbuhan ( terutama tumbuhan berbiji / spermatophyte ) terjadi melalui proses pembuahan , yaitu peleburan serbuk sari ( gamet jantan ) dengan sel telur ( gamet betina ) yang didahului peristiwa penyerbukan / persarian, yaitu sampainya serbuk sari ke tujuan  (alat kelamin betina : kepala putik ( Angiospermae ), tetes penyerbukan( gymnospermae) Penyerbukan pada tumbuhan dapat  terjadi dengan adanya perantara maupun tanpa adanya perantara. Berdasarkan factor yang menjadi perantaranya, penyerbukan dibedakan menjadi beberapa macam, Perhatikan table 1.1. dan 1.2. berikut ini . Tabel 1.1. Macam penyerbukan berdasarkan factor perantaranya
                      

MACAM PENYERBUKAN
FAKTOR
PERANTARA
CIRI ALAT REPRODUKSI/
CIRI TUMBUHAN
ANEMOGAMI
Angin
Tidak memiliki perhiasan bunga atau bermahkota kecil ; serbuk sari banyak, ringan, dengan tangkai sari panjang ;
Kepala putik besar, bunga tdk berbau
HIDROGAMI
Air
Tumbuhan hidup di air
ZOIDIOGAMI
Hewan

a. entomogami
Serangga
Mahkota bunga dg warna mencolok; bunga berbau khas; mempunyai kelenjar nectar
b. ornitogami
Burung
Bunga mempunyai kelenjar madu, mengandung air, mengandng unsure merah
c. kiropterogami
Kelelawar
Bunga mekar pada waktu malam hari,bunga berukuran besar,letak menonjol
d. malakogami
Siput
Tumbuhan sering didatangi siput,
ANTROPOGAMI
Manusia
Tumbuhan berumah dua; tidak adanya vector alami sbg perantara

Table 1.2. Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya
NO
MACAM PENYERBUKAN
ASAL SERBUK SARI
KETERANGAN
1.
AUTOGAMI
Dari satu bunga sama
Terjadi pada bunga biseksual ( hermaprodit )
2.
GEITONOGAMI
Dari bunga lain tetapi masih dalam satu pohon yang sama
Terjadi pada tumbuhan berumah satu ( monoesis )
3.
ALOGAMI
Dari bunga tumbuhan lain yang masih sejenis
Umumnya terjadi pada tumbuhan yang berumah dua
( diesis )
4.
BASTAR
Dari bunga tumbuhan lain yang berbeda varietasnya
Biasanya dilakukan manusia untuk memperoleh varietas tanaman baru

Setelah terjadi penyerbukan maka beberapa saat sesudahnya akan terjadi pembuahan ( peleburan serbuk sari dengan sel telur ). Pada tumbuhan berbiji pembuahan dibedakanmenjadi dua,Yaitu:
1.       Pembuahan ganda.
Terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Angiospermae ). Dinamakan pembuahan ganda karena  ada dua inti sperma ( gamet jantan ) yang melebur. Yaitu inti sperma I melebur dengan sel telur membentuk zigot dan inti sperma II melebur dengan inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma ( keping biji ) sebagai cadangan makanan.
Mekanisme pembuahan ganda Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup.
Perkembangan serbuk sari
Serbuk sari yang jatuh di kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.
1.      Pembentukan sel telur
            Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8 inti. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda. Jika terjadi pembuahan inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.
  • inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)
  • inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)
Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:
  • Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.
  • Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami.[3]
Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:
a) Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel spermatozoid.
b) Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid. Apomiksis dapat terjadi karena:
                    i.            Partenogenesis, yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.
                  ii.            Apogami, yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.
                iii.            Embrioni adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya, dari sel nuselus.
Terjadinya amfimiksis dan apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya.
            Inti serbuk sari setelah sampai di kepala putik akan membelah menjadi 2 yaitu inti vegetatif dan inti generatif yang kemudian membelah menjadi inti sperma I dan inti sperma II, sedang inti vegetatif akhirnya mati.
Di dalam bakal biji, sel nuselus membelah menjadi 4 sel, 3 diantaranya mati sedang  1 sel yang hidup membelah menjadi dua sel. Satu sel menuju kalaza, satu lagi menuju mikrofil, dan masing-masing membelah 2 kali berturut-turut sehingga terbentuk 8 inti.
Di kalaza, 3 sel menempatkan diri pada dinding kalaza disebut antipoda, dan 1 sel menuju ke tengah. Di mikrofil 3 inti menempel dekat mikrofil, yang tengah menjadi sel telur ( ovum ), sedang Dua di kanan dan kiri disebut sinergid,yang satu menuju ke tengah bergabung dengan 1 sel yang berasal dari kalaza membentuk sel kandung lembaga sekunder.
2.      Pembuahan tunggal
            Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus (Gymnospermae)
Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. [4]
            Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid. Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.
Pembuahan ini terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup ( Gymnospermae ), dikatakan pembuahan tunggal karena hanya ada 1 sel sperma yang membuahi satu sel telur membentuk zigot.
D.    Organ reproduksi manusia
            Sistem reproduksi manusia dibedakan menjadi sistem reproduksi pria dan system repoduksi wanita.
1.      Sistem reproduksi pria
            Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi,spermatogenesis,dan hormon-hormon  pada pria. Organ reproduksi atau organ kelamin pria dibedakan menjadi dua bagian,yaitu organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar. Kedua organ tersebut tidak terpisah satu dengan lainnya,melainkan saling berhubungan.
a.       Organ reproduksi luar
            Organ reproduksi dalam pria terdiri dari tesis,saluran pengeluaran,dan kelenjar asesoris.
1)      Testis
Testis atau gonad jantan berbentuk oval dan terletak di dalam skrotum atau kantung pelir. Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). Testes terdapat dibagian tubuh sebelah kiri dan kanan yang dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi [5][6]sperma dan hormone kelamin jantan yang disebut testosteron. Testis mengandung pintalan tubus seminiferous. Dinding tubulus seminiferous tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal atau jaringan epitelium benih.
2)      Saluran Pengeluaran
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari yaitu:
a)      Epididimis
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok didalam skrotum yang keluar dari testis dan berfungsi sebagai tempat penyimpan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
b)      Vas deferens
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah keatas dan merupakan lanjutan dari epididymis,berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dan epididymis menuju kantung semen (kantung mani) atau vesikula seminalis.
c)      Saluran ejakulasi
Saaluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk kedalam uretra.
d)      Uretra
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat didalam penis. Uretra berfungsi sebagi saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.
3)      Kelenjar asesoris
Selama sperma melalui saluran pengeluaran,terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Getah-getah dari kelenjar asesoris berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar asesoris terdiri dari
a)      Vesikula seminalis
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuku-lekuk yang terletak dibelakang kantung kamih.
b)      Kelenajr prostat
Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak dibagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolestrol,garam,dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
c)      Kelenjar cowper
Kelenjar cowper atau kelenjar bulbouretra merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).

b.      Organ Reproduksi Luar
            Organ reproduksi luar pria terdiri dari penis dan skrotum. Penis terdiri dari rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak dibagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongium.
            Selain penis,terdapat organ kelamin luar pria berupa skrotum (kantung pelir). Skrotum merupakan kantung yang didalamnya berisi tesis. Skrotum berjumlah sepasang,yaitu skrotum kanan dan kiri. Diantara skrotum kanan dan kiri dibatas oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos. Otot polos tersebut dikenal dengan sebutan otot dartos. Otot dartos berfungsi untuk menggerakkan skrotum sehingga dapat mengggerut dan mengendur. Selain otot dartos,di dalam skrotum juga terdapat serat-serat otot yang yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster.
c.       Spermatogenesis
            Spermatogenesis atau proses pembentukan sperma terjadi di dalam testis,tepatnya pada tubulus seminiferous. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel. Hal ini bertujuan untuk membentuk sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferous yang kemudian disimpan dalam epididymis.
            Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli. Sel-sel sertoli memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis.[7]
d.      Hormon pada pria
            Proses spermatogenesis atau pembentukan sperma distimulasi oleh sejumlah hormon. Berbagai hormone tersebut adalah sebagai berikut :
1)      Testosteron
Testosteron disekresi oleh sel-sel leydig yang terdapat diantara tubulus seminiferous.
2)      LH (Luteinizing Hormone)
LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel leydig untuk mensekresi testosterone.
3)      FSH (Follice Stimulating Hormone)
FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli.
4)      Estrogen
Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH.
5)      Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolism testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.

2.        Sistem Reproduksi Wanita
            Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi dan proses oogenesis,fertilisasi,kehamilan,dan persalinan. Berikut ini akan diuraikan organ reproduksi wanita dan proses yang terkait dengan reproduksi wanita. Sistem reproduksi wanita terdiri dari:
a)      Alat kelamin luar (eksternal), meliputi klitoris, labia mayora dan labia minora, lubang saluran kencing, lubang vagina, fundus (lipatan paha).
b)   Alat kelamin dalam (internal), meliputi sepasang ovarium (gonad), tuba fallopi (oviduk), dan uterus (rahim).
1)      Ovarium (indung telur)
            hormon (estrogen dan progesteron). Proses pembentukan ovum di ovarium bersiklus selama 30 hari sekali dan disebut oogenesis,. Sel telur yang sudah matang akan dikeluarkan dari ovarium. Peristiwa ini disebut ovulasi.
2)      Tuba fallopi (oviduk)
            Merupakan saluran telur yang berjumlah sepasang (kanan dan kiri) dengan panjang 12 cm. Bentuknya mirip corong dan berfungsi untuk menangkap sel telur (ovum) serta menyalurkan ovum ke arah rahim dengan gerakan peristaltik dan dibantu oleh gerakan silia yang terdapat di dinding tuba fallopi. Pada saluran inilah terjadi pembuahan ovum oleh sperma.
3)      Rahim (uterus)
            Organ ini berbentuk seperti kantong dan berfungsi sebagai tempat implantasi embrio (ovum yang dibuahi sperma akan menjadi embrio). Dinding rahim tersusun atas tiga lapis jaringan, yaitu lapisan luar (serosa), lapisan tengah (myometrium) dan lapisan dalam (endometrium). Pada saat ovulasi, dinding rahim menebal. Namun jika tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim yang seharusnya menjadi tempat melekat (implan) embrio akan meluruh. Peristiwa ini disebut menstruasi.
Aktivitas ovulasi dan menstruasi memiliki empat tahapan:
1)      Tahap menstruasi; tahap dikeluarkannya dinding rahim dari dalam tubuh karena kurangnya kadar hormon progesteron.
2)      Tahap praovulasi ; masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium karena dipicu oleh hormon estrogen.
3)       Tahap ovulasi; Keluarnya sel telur dari ovarium.
4)      Tahap pascaovulasi ; masa kemunduran sel telur jika tidak terjadi pembuahan. Tahap ini terjadi penambahan junlah hormon progesteron sehingga dinding rahim menebal. Jika tidak terjadi pembuahan maka dinding sel akan meluruh, disebabkan berkurangnya hormon progesteron.
4.Vagina
Merupakan alat kopulasi wanita sekaligus jalan keluarnya janin dari dalam rahim ke dunia. Selain sebagai organ kelamin, vagina juga berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan dinding endometrium yang meluruh saat menstruasi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Reproduksi adalah cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan; setiap individu organisme ada sebagai hasil dari suatu proses reproduksi oleh pendahulunya. Reproduksi ( perkembang biakan ) merupakan aktivitas mahkluk hidup untuk menghasilkan keturunan baru dengan tujuan untuk melestarikan jenisnya ( mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya agar tidak punah .
            Makhluk hidup berproduksi dengan dua cara. Cara pertama, reproduksi seksual atau reproduksi generatif, yaitu cara reproduksi dimana individu baru dibentuk melalui penggabungan materi genetik yang berasal dari dua sel berbeda ini disebut sel kelamin atau gamet. Cara kedua, reproduksi aseksual atau reproduksi vegetatif di mana individu baru dibentuk tanpa melalui proses peleburan dua macam gamet, dan hanya melibatkan satu induk saja. Kedua cara reproduksi tersebut memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing.
            Sistem reproduksi pada manusia akan mulai berfungsi ketika seseorang mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil baligh. Pada seorang pria testisnya telah mampu menghasilkan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon testosterone Alat kelamin manusia dibedakan menjadi alat kelamin jantan (pria) dan alat kelamin betina (wanita). Baik pria maupun wanita mempunyai bagian-bagian alat kelamin yang terdapat di dalam tubuh dan juga yang terdapat di luar tubuh.
 

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, diah dkk. 2007. Biologi 2.Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama
Nalbandov. 1990. fisiologi reproduksi pada mamalia dan ungags. Jakarta : Universitas Indonesia













[3] http://biologimediacentre.com/reproduksi-vegetatif-pada-tumbuhan/
[4] http://www.anneahira.com/sistem-reproduksi-tanaman.htm
[5] nalbandov. 1990. fisiologi reproduksi pada mamalia dan unggas
.UI

[7] Diah aryulina dkk. 2007. Biologi 2.Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar